Tuesday, February 22, 2011

Ragam Bahasa

A. Ragam Bahasa

Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terjadi
karena pemakaian bahasa.

1. Ragam bahasa berdasarkan media
Berdasarkan media yang digunakan ragam bahasa dibedakan atas (1) ragam bahasa lisan: berpidato, berdiskusi, bertelepon, dan (2) ragam bahasa tulis.

1. Ragam Bahasa Lisan

Ragam bahasa Lisan ditandai dengan penggunaan lafal atau pengucapan, intonasi (lagu kalimat), kosa kata, penggunaan tata bahasa dalam pembentukan kata, dan penyusunan kalimat. Ragam bahasa lisan terdiri dari ragam bahasa lisan baku sejalan dengan ragam bahasa tulis baku, dan ragam bahasa lisan tidak baku (bahasa pergaulan).

Ragam bahasa lisan tidak baku ditandai dengan:

1. Kosa kata lebih menekankan pilihan kata yang tidak baku.
Misalnya:
Bini Pak Camat bina ibu-ibu bikin kerajinan dari bambu.

2. Bentuk kata bahasa lisan cenderung tidak menggunakan imbuhan (awalan, akhiran).
Misalnya:
Riana sedang masak nasi.
Arjuna sedang tulis skripsi.

3. Kalimat cenderung tanpa unsur yang lengkap (tanpa subjek, predikat, atau objek).
Misalnya:
Di sini akan membicarakan pertumbuhan ekonomi 2004.

2. Ragam Bahasa Tulis

Ragam bahasa tulis ditandai dengan kecermatan menggunakan ejaan dan tanda baca (yang secara tepat dapat melambangkan intonasi), kosa kata, penggunaan tata bahasa dalam pembentukan kata, penyusunan kalimat, paragraf, dan wacana.
Ragam ini menekankan penggunaan ragam bahasa baku, ejaan (EYD) yang baku, kosa kata yang baku, bentuk kata berimbuhan, dan kalimat yang lengkap secara gramatikal.

2. Ragam Bahasa berdasarkan Waktu

1. Ragam bahasa lama lazim digunakan dalam penulisan naskah-naskah lama (kuno).
2. Ragam bahasa baru (modern) ditandai dengan penggunaan kata-kata baru, Ejaan yang disempurnakan, dan mengekspresikan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, misalnya internet, jaringan, dan seluler.

3. Ragam Bahasa Berdasarkan Pesan Komunikasi

a. Ragam Bahasa Ilmiah

Ragam bahasa ilmiah adalah sarana verbal yang efektif, efisien, baik, dan benar. Ragam ini lazim digunakan untuk mengkomunikasikan proses kegiatan dan hasil penalaran ilmiah, misalnya dalam penulisan:
1. proposal kegiatan ilmiah, proposal penelitian.
2. laporan kegiatan yang berbentuk makalah, surat, artikel, naskah.
3. karya tulis ilmiah: skripsi, tesis, dan disertasi.
4. laporan rutin suatu pekerjaan yang berbentuk surat, artikel, maupun naskah.
5. laporan pertanggungjawaban: laporan kegiatan, laporan keuangan, laporan pemegang saham, laporan uji coba, laporan proyek, laporan evaluasi, laporan auditing, laporan penelitian.
6. laporan penelitian yang berbentuk: laporan analisis, laporan diskriptik, laporan rekomendasi, laporan deskriptif analisis.

Ciri-ciri ragam bahasa ilmiah

1. struktur kalimat jelas dan bermakna lugas
2. struktur wacana bersifat formal, mengacu pada standar konvensi naskah
3. singkat, berisi analisis dan pembuktian menyajikan konsep secara lengkap.
4. cermat dalam menggunakan unsur baku istilah/kata, ejaan, bentuk kata, kalimat, paragraf, wacana.
5. cermat dan konsisten menggunakan penalaran dari penentuan topik, pendahuluan, deskripsi teori, deskripsi data, analisis data, hasil analisis sampai dengan kesimpulan dan saran.
6. menggunakan istilah khusus yang bersifat teknis dalam bidang ilmu tertentu
7. objektif dapat diukur kebenarannya secara terbuka oleh umum, menghindarkan bentuk persona dan ungkapan subjektif
8. konsisten dalam pembahasan topik, sudut pandang, pendahuluan, landasan teori, deskripsi data, analisis data, hasil analisis, sampai kesimpulan dan saran.

b. Ragam Bahasa Pidato

Ragam bahasa pidato dipengaruhi oleh: (1) tujuan (menghibur/rekreasi), memberitahu/instruksi, mengajak/persuasi), (2) situasi (resmi, stengah resmi, tidak resmi) (3) pendekatan isi pidato (pendekatan akademis (intelektual), pendekatan moral, pendekatan sosial).

1) Ragam Pidato Ilmiah
Pidato ilmiah terdiri beberapa jenis, antara lain: presentasi makalah ilmiah, presentasi skripsi, presentasi tesis, presentasi desertasi, dan pidato pengukuhan guru besar. Untuk mendapatkan hasil optimal, presenter ilmiah harus memperhatikan etika ilmiah, ketentuan lembaga, kemampuan personal, kemampuan teknis dan keunggulan perilaku.
1. Etika Ilmiah:
1. menggunakan ragam bahasa ilmiah
2. menggunakan penalaran ilmiah
3. bersifat objektif, menggunakan kalimat yang terukur kebenarannya.
4. mematuhi aturan formal presentasi ilmiah
5. mempresentasikan seluruh materi (secara ringkas) sesuai dengan waktu yang ditentukan.
6. mengutip konsep, data, pendapat dengan menyebutkan sumbernya
7. menggunakan data yang relevan dengan pembuktian
8. tidak mempresentasikan materi di luar bahasan karya ilmiahnya
9. dapat menjawab pertanyaan pendengar (penguji) atas konsekuensi logis dari karya tulis ilmiahnya,
10. mencermati setiap pertanyaan atau respon pendengar (pengujinya).

2. Ketentuan lembaga (universitas):

1. mengikuti format penulisan sesuai dengan ketentuan lembaga/universitas.
2. mengikuti prosedur/aturan yang berlaku pada lembaga/universitas
3. mengikuti sistem yang berlaku pada lembaga/universitas.
3. Kemampuan Personal
1. bersikap simpatik, sopan, dan hormat kepada pendengar (penguji),
2. bersikap santun dalam setiap tutur kata, tidak menunjukan kehebatan diri, rendah hati, dan tidak menunjukan kemampuan diri berlebihan,
3. hindarkan subjektivitas: aku, saya rasa, saya pikir, menurut saya. Gunakanlah: pengalaman membuktikan …, pengamatan membuktikan, uji coba menunjukan …, dan lain-lain.
4. Berpakaian sopan (pemakalah),
5. Berpakaian lengkap untuk ujian skripsi, tesis, disertasi,
6. Menunjukan sikap positif, serius, cermat, cendekia, dan percaya diri.
4. Kemampuan teknis
1. menganalisis data primer dan sekunder baik kualitatif maupun kuantitatif,
2. mengaplikasikan penggunaan data pustaka,
3. melengkapi pembuktian (sumber teori, buku atau foto kopi halaman yang dikutif jika buku asli tidak mungkin diperoleh (langka),
4. menggunakan sarana visual : LCD (komputer) dan infokus, OHP, peraga dan data (dokumen)
5. memvisualkan data pendukung: gambar, grafik, atau data lain yang relevan.

b. Ragam Pidato Resmi

Kata resmi mempunyai beberapa pengertian.
1. resmi karena situasinya, misalnya pidato kenegaraan oleh pejabat negara,
2. resmi karena kemuliaan isi dan situasinya, misalnya kotbah jumat di masjid.
3. resmi karena informasi dan kekidmatan situasi penyampaian dalam suatu upacara, misalnya pidato akad nikah/perkawinan.
4. resmi karena isi atau materi mengandung kebenaran universal dan disampaikan untuk mewakili suatu negara.

3. Ragam Bahasa Tulis Resmi

Ragam bahasa tulis remi ditandai oleh:
1. penyajian materi/pesan bersifat mulia dan kebenaran yang bersifat universal,
2. penggunaan fungsi-fungsi gramatikal secara eksplisit dan konsisten,
3. penggunaan bentuk lengkap, bentuk tidak disingkat,
4. penggunaan imbuhan secara eksplisit dan konsisten
5. penggunaan kata ganti resmi dan menghindari penggunaan kata ganti tidak resmi,
6. penggunaan pola frasa yang baku,
7. penggunaan ejaan yang baku pada bahasa tulis, dan lafal yang baku pada bahasa lisan,
8. tidak menggunakan unsur tidak baku, misalnya unsur kedaerahan dan asing.
3. Ragam bahasa Sastra
Ragam ini mengutamakan unsur-unsur keindahan seni, penulis cenderung menekankan gaya pengungkapan simbolik dangan memadukan unsur intrinsik dan ekstrinsik, misalnya dalam roman, novel, cerita pendek, dan lain-lain.

3. Ragam Bahasa Berita

Ragam bahasa berita lazim digunakan dalam pemberitaan: media elektronik (televisi, radio), media cetak (majalah, surat kabar), dan jurnal. Bahasa berita menyajikan fakta secara utuh dan objektif. Untuk menjamin objektivitas berita, penyaji perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. tidak menambah/mengurangi fakta yang disajikan,
2. tidak mengubah fakta berdasarkan pendapat penyaji,
3. tidak menambah tanggapan pribadi,
4. tidak memihak kepada siapapun, dan
5. tidak menggunakan perasaan suka atau tidak suka.

Laras Bahasa

Laras Bahasa adalah kesesuaian antara bahasa yang dipakai dengan fungsi pemakaian bahasa.
• Bahasa yang difungsikan untuk menulis karangan ilmiah disebut laras ilmiah.
• Bahasa yang difungsikan untuk karya sastra disebut laras sastra.

Keunggulan dan kelemahan berkomunikasi secara lisan dan Tulis

Cara Berkomunikasi Keunggulan Kelemahan Secara Lisan

Contoh kegiatan:

• Berbicara
• Berpidato
• Berdiskusi
• berdebat • berlangsung cepat
• sering dapat berlangsung tanpa alat bantu
• kesalahan dapat langsung dikoreksi
• dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka • tidak selalu mempunyai bukti autentik (mis. Rekaman)
• dasar hukumnya lemah
• sulit disajikan secara matang/bersih
• mudah dimanipulasi
Secara Tulis
Contoh kegiatan
• menulis surat
• menulis lapopran
• menulis artikel
• menulis makalah • mempunyai bukti autentik (berupa tulisan)
• dasar hukumnya kuat
• dapat disajikan lebih matang/bersih
• lebih sulit dimanipulasi • berlangsung lambat
• selalu memakai alat bantu
• kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi
• tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh

Bahasa Yang baik dan benar

1. Bahasa yang benar adalah bahasa dengan ragam formal yang taat pada kaidah bahasa baku. Contoh
• Bahasa yang dipakai oleh dosen pada waktu memberi kuliah
• Bahasa yang dipakai dalam rapat formal
• Vahasa dalam sidang pengadilan
• Bahasa dalam seminar ilmiah
• Bahasa dalam siaran berita RRI/TVRI dan media sejenisnya.
2. Bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang maknanya dapat dipahami dan sesuai dengan situasi pemakaianya serta tidak menyimpang dari kaidah bahasa baku.

Pemakaian Ragam Formal dan Ragam Nonformal

Ragam Nonfromal Lisan Ragam Formal Lisan
Dipakai untuk
• Berbicara sehari-hari di rumah
• Bergunjing
• Bercerita
• mengobrol Dipakai untuk
• berceramah ilmiah
• berpidato resmi
• berceramah ilmiah
• berpidato resmi
• diskusi formal
• berdebat resmi
Ragam Nonformal Tulis Ragam Formal Tulis
Dipakai untuk
• menulis surat kepada kerabat
• menulis surat kepada teman
• menulis surat kepada pacar
• menulis catatan harian Dipakai untuk
• menulis surat resmi
• menulis makalah, artikel
• menulis proposal
• menulis laporan formal

Komentar :

ada 0 komentar ke “Ragam Bahasa”

Post a Comment

 
Speak In Bahasa is proudly powered by Blogger.com | Template by OzoneTemplate