Monday, July 19, 2010

Kutipan

Pengertian

1. Kutipan Disertai Catatan Kaki

Kutipan adalah salinan kalimat, paragraf, atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, baik yang melalui media cetak maupun elektronik. Kutipan ditulis untuk menetapkan isi uraian, memperkuat pembuktian, dan kejujuran menggunakan sumber penulisan. Srikpsi, tesis, disertasi, dan makalah ilmiah lebih dari 10 halaman sebaiknya menggunakan catatan kaki.

Jenis kutipan ada dua macam:

a. Kutipan langsung:

Salinan yang persis sama dengan sumbernya tanpa perubahan.
1).Kutipan langsung kurang dari lima baris, ditulis berintegrasi ke dalam teks, spasi sama, pias (margin) juga sama, diapit tanda petik, dan pada akhir kutipan diberi nomor untuk catatan kaki.

Contoh kutipan kurang dari lima baris:

Dalam Pedoman Ejaan yang Disempurnakan disebutkan bahwa “unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.”1

___________________

1Dendy Sugono (Penanggung Jawab), Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, (Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, 2004), hlm. 23



Kutipan langsung lima baris ke atas ditulis terpisah dari teks, spasi rapat (spasi satu), margin kiri masuk ke dalam lima spasi, dari margin kanan tiga spasi, dan pada akhir kutipan diberi nomor catatan kaki.

Contoh kutipan langsung lima baris ke atas:

Dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia disebutkan bahwa:

Ragam bahasa standar memiliki sifat kemantapan dinamis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Baku atau standar tidak dapat berubah setiap saat. Kaidah pembentukan kata yang menerbitkan perasa dan perumus dengan taat asas harus menghasilkan bentuk perajin dan perusak dan bukan perajin dan perusak dan bukan pengrajin atau pengrusak.2

Ketaatasasan ragam baku ini dalam penulisan ilmiah perlu dilaksanakan secara konsisten sehingga menghasilkan ekspresi pemikiran yang objektif.

____________

2Manton Moeliono, M.(Ed), Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1988), hlm.13.

Kutipan tidak langsung

Menyadur, mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri. Penulisan diintegrasikan ke dalam teks, tidak diapit tanda petik, spasi sama dengan teks, dan tidak mengubah isi atau ide penulis asli. Penulisan disertai data pustaka sumber yang dikutip, dapat berupa catatan kaki atau data pustaka dalam teks.
Cara menyadur ada dua macam, masing-masing berbeda cara, tujuan dan manfaatnya.

Cara pertama meringkas; yaitu menyajikan suatu karangan atau bagian karangan yang panjang dalam bentuk ringkas. Meringkas bertujuan untuk mengem-bangkan ekspresi penulis, menghemat kata, memudah-kan pemahaman naskah asli, dan memperkuat pembuk-tian.

Proses meringkas karangan berdasarkan urutan sebagai berikut:

bertolak dari karangan asli, dengan membaca secara cermat keseluruhan naskah asli dari tema sampai dengan kesimpulan, dan merangkum pikiran-pikiran utama.

memproduksi karya asli dalam bentuk ringkas dengan menyajikan pikiran-pikiran utama seluruh karangan dalam hubungan logis; memotong, memangkas, atau menghilangkan unsur-unsur berikut ini:

latar belakang,

keindahan bahasa,

ilustrasi,

penjelasan, rincian, dan detail,

kutipan,

sumber kutipan,

data pustaka,

deskripsi data, dan

contoh-contoh.

Menyusun ringkasan dengan mempertahankan keaslian naskah:

pikiran pengarang,

pendekatan naskah,

urutan pikiran,

istilah-istilah,

data yang sudah diolah (hasil analisis),

kesimpulan, dan

sudut pandang pengarang asli.


Pengetikan: spasi, huruf, dan margin sama dengan uraian dalam teks pembuat ringkasan.

Contoh ringkasan:

Direktur strategi bisnis melaporkan kinerjanya dengan tema upaya memecahkan masalah perusahaan, PT Exelco, yang cenderung merugi. PT Exelco pembuat perlengkapan kamar mandi modern dihadapkan pada pilihan meminjam uang di bank untuk pembenahan sistem produksi dan manajemen atau menjual perusahaan dengan harga yang relatif rendah. Kajian analisis, pilihan pertama menjual perusahaan berarti kerugian, mengingat produk perusahaan itu pada tahun 1990-2004 berkualifikasi standar internasional (ISO 9001) dan pelanggan sudah mencapai 20 persen di Asia, 5 persen di Eropa, dan 2 persen di Amerika. Masalahnya produk terbatas karena ketinggalan teknologi dan mekanisme manajeman tidak efisien. Pilihan kedua meminjam modal di bank sebesar lima miliar rupiah dengan perincian untuk pembenahan teknologi produksi sebesar empat miliar rupiah dan sisanya untuk pembenahan manajemen dan rekrutmen tenaga ahli potensial. Cara ini lebih menguntungkan. Kesimpulan: menggunakan pilihan kedua.3

___________

3Direktur Strategi Bisnis, Laporan Pertanggung-jawaban Strategi Bisnis, (Jakarta: PT Wringin, 2002), hlm 1-20.

Cara kedua ikhtisar; yaitu menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk ringkas, bertolak dari naskah asli, tetapi tidak mempertahankan urutan, tidak menyajikan keseluruhan isi, langsung kepada inti bahasan yang terkait dengan masalah yang hendak dipecahkan. Ikhtisar memerlukan ilustrasi untuk menjelaskan inti persoalan.

Pengetikan: spasi, huruf, dan margin sama dengan teks.

Contoh ikhtisar.

Setelah mekalukan kajian yang mendalam laporan Direktur Strategi Bisnis PT Exelco, Direktur Utama beserta para pemegang saham memutuskan kebijakan bisnis yang lebih menguntungkan yaitu meminjam modal di bank untuk pembenahan teknologi produksi dan sistem manajemen.4

____________

4Direktur Strategi Bisnis, Ibid., hlm. 15.

2. Kutipan Tanpa Catatan Kaki

Artikel dan makalah pendek (kurang dari 10) yang tidak menggunakan catatan kaki dapat menggunakan data pustaka dalam teks. Pemikiran yang mendasari penulisan demikian, antara lain:

artikel lazim dimuat dalam surat kabar dan majalah,

ruang untuk menuliskan catatan kaki dalam bibliografi terbatas,

penulisan cenderung menggunakan ragam populer,

pembaca artikel bermacam-macam latar belakang ilmu pengetahuan,

pertimbangan akademis bukan unsur utama karena yang dipentingkan fungsi informasi,

surat kabar dan majalah mengutamakan efektivitas dan efisiensi, setiap baris/kolom diperhitungkan secara komersial,

pemuatan catatan kaki dan bibliografi dinilai memboroskan ruang, yang dapat memperkecil nilai komersialnya,

penulisan artikel yang pendek tidak menuntut catatan kaki dan bibliografi yang banyak.
Data pustaka dalam teks digunakan dalam menulis karangan pendek, misalnya artikel di surat kabar. Data pustaka dapat ditempatkan pada awal kutipan (saduran) dan dapat pula pada akhir kutipan (saduran). Data pustaka yang dituliskan: penciptaan ide, penulis buku, nama buku, tahun, dan halaman.

Contoh penulisan data pustaka dalam teks:

Data pustaka pada awal kutipan
Hatch dan Gardener (dalam Daniel Goleman, Inteligence Emotional, 2002:166) mengidentifikasi kecerdasan antarpribadi berdasarkan keterampilan esensial dalam (1) mengorganisasi kelompok, (2) mencegah konflik dalam merundingkan pemahaman, (3) empati dalam menjalin, mengenali, dan merespon hubungan pribadi, (4) mengungkapkan perasaaan dan keprihatinan secara cepat, (5) melakukan analisis sosial dalam mendeteksi perasaan orang lain menuju bentuk terbaik sehingga diperoleh suatu ketajaman antarpribadi, dan (6) memanfaatkan unsur pembentuk daya tarik, keberhasilan sosial, dan karisma.

Data pustaka pada akhir kutipan:

Kecerdasan antarpribadi adalah kemampuan untuk memahami orang lain apa yang memotivasi mereka, bagaimana mereka bekerja, bagaimana bekerja bahu-membahu dengan mereka. Sedangkan kecerdasan intarpribadi adalah kemampuan yang korelatif, tetapi terarah ke dalam diri sendiri yang teliti dan mengacu pada diri sendiri serta kemampuan menggunakan model untuk menempuh kehidupan yang efektif (Howard Gardner, Multiple Inteligence, dalam Daniel Goleman, Inteligensi Emotional, 2002: 52).

Catatan:
Setiap sumber data pustaka baik dalam teks maupun catatan kaki, selain disebutkan sumbernya dalam teks, harus dicantumkan pula dalam bibliografi pada akhir karangan.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Kutipan”

Post a Comment

 
Speak In Bahasa is proudly powered by Blogger.com | Template by OzoneTemplate