Friday, July 30, 2010

Kalimat Efektif

A. Pengertian

Kalimat Efektif adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat.

Kalimat dikatakan singkat karena hanya menggunakan unsur-unsur yang diperlukan saja, sedangkan sifat padat mengandung makna sarat dengan informasi yang terkandung di dalamnya.

Kalimat efektif dapat mengkomunikasikan pikiran atau perasaan penulis atau pembicara kepada pembaca atau pendengar secara tepat.


B. Syarat-syarat (ciri-ciri) kalimat efektif

Syarat-syarat yaitu adanya (1) kesatuan, (2) kepaduan, (3) keparalelan, (4) ketepatan, (5) kehematan, dan (6) kelogisan.

1. Kesatuan

Yang dimaksud dengan kesatuan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat yang tidak jelas gagasannya:

(1) Pembangunan gedung sekolah baru pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberikan kredit. (terdapat subjek ganda dalam kalimat tunggal)

(2) Dalam pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik. (memakai kata depan yang salah sehingga kalimat menjadi kacau).

(3) Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru. (tidak jelas siapa yang memberi pengarahan)

Contoh kalimat yang jelas kesauan gagasannya:

(1) Pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberi kredit untuk membangun gedung sekolah baru.

(2) Pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik.

(3) Berdasarkan agenda sekretaris, manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru.

2. Kepaduan (koherensi)

Koherensi adalah terjadinya hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentuk kalimat. Yang termasuk unsur pembentuk kalimat adalah kata, frasa, klausa, tanda baca, dan fungsi sintaksis S-P-O-Pel_Ket.

Contoh Kalimat yang unsurnya tidak koheren:

(1) Kepada setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi. (tidak mempunyai subjek/subjeknya tidak jelas)

(2) Saya punya rumah baru saja diperbaiki. (struktur kalimat tidak benar/rancu)

(3) Tentang kelangkaan pupuk mendapat keterangan para petani. (unsur S-P-O tidak berkaitan erat)

Contoh kalimat yang unsur-unsurnya koheren:

(1) Setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi.

(2) Rumah saya baru saja diperbaiki.

(3) Para petani mendapat keterangan tentang kelangkaan pupuk.

3. Keparalelan

Keparalelan atau kesejajaran adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat. Misalnya dalam sebuah perincian, jika unsur pertama verba, unsur kedua dan seterusnya juga harus verba. Jika unsur pertama berbentuk nomina, bentuk berikutnya juga harus nomina.

Contoh kesejajaran atau paralelisme yang salah:

(1) Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan buku-buku diberi label.

(2) Kakakmu menjadi dosen atau sebagai pengusaha?

(3) Demikianlah agar Ibu maklum, dan atas perhatiaanya saya ucapkan terima kasih.

(4) Dalam rapat itu diputuskan tiga hal pokok, yaitu peningkatan mutu produk, memperbanyak waktu penyiaran iklan, dan pemasaran yang lebih gencar.

Contoh Kesejajaran atau paralelisme yang benar:

(1) Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan pelabelan buku.

(2) Kakakmu menjadi dosen atau menjadi pengusaha?

(3) Demikianlah agar Ibu maklum, dan atas perhatian Ibu, saya ucapkan terima kasih.

(4) Dalam rapat itu diputuskan tiga hal pokok, yaitu peningkatan mutu produk, meninggikan frekuensi iklan, dan menggencarkan pemasaran.

4. Ketepatan

Ketepatan adalah kesesuaian/kecocokan pemakaian unsur-unsur yang membangun suatu kalimat sehingga terbentuk pengertian yang bulat dan pasti.

Contoh penulisan kalimat yang tidak memperhatikan faktor ketepatan:

(1) Karyawan teladan itu memang tekun bekerja dari pagi sehingga petang. (salah dalam pemakaian kata sehingga).

(2) … bukan saya yang tidak mau, namun dia yang tidak suka. (salah memilih kata namun sebagai pasangan kata buka).

(3) Manajer saya memang orangnya pintar. Dia juga bekerja dengan dedikasi tinggi terhadap perusahaan. Namun demikian, dia … (salah memakai frasa namun demikian.

Contoh penulisan kalimat yang memperhatikan faktor ketepatan:

(1) Karyawan teladan itu memang tekun bekerja dari pagi sampai petang.

(2) … bukan saya yang tidak mau, melainkan dia yang tidak suka.

(3) Manajer saya memang orangnya pintar. Dia juga bekerja dengan dedikasi tinggi terhadap perusahaan. Walapun demikian, dia …

5. Kehematan

Kehematan adalah adanya upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu. Hemat di sini tidak memakai kata-kata yang mubazir; tidak mengulang subjek; tidak menjamakan kata yang memang sudah berbentuk jamak. Dengan hemat kata, diharapkan kalimat menjadi padat berisi.

Contoh Kalimat yang tidak hemat kata:

(1) Saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri mehasiswa itu belajar sepanjang hari dari pagi sampai sore.

(2) Dalam pertemuan yang mana hadir Wakil Gubernur DKI dilakukan suatu perundingan yang membicarakan tentang perparkiran.

(3) Manajer itu dengan segera mengubah rencananya setelah dia bertemu dengan direkturnya.

(4) Agar supaya Anda dapat memperoleh nilai ujian yang baik Anda harus belajar dengan sungguh-sungguh.

Contoh Kalimat yang tidak hemat kata:

(1) Saya melihat sendiri mehasiswa itu belajar seharian.

(2) Dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Gubernur DKI dilakukan perundingan perparkiran.

(3) Manajer itu segera mengubah rencana setelah direkturnya.

(4) Agar Anda dapat memperoleh nilai ujian yang baik, belajarlah sungguh-sungguh. Atau Belajarlah sungguh-sungguh agar Anda memperoleh nilai yang baik. Atau Anda harus sungguh-sungguh belajar supaya mendapat nilai yang baik.

6. Kelogisan

Kelogisan ialah terdapatnya arti kalimat yang logis (masuk akal). Logis dalam hal ini juga menuntut adanya pola pikir yang sistematis (runtut/teratur dalam perhitungan angka dan penomoran). Sebuah kalimat yang sudah benar strukturnya, sudah benar pemakaian tanda baca, kata, atau frasanya, dapat menjadi salah jika maknanya lemah dari segi logika berbahasa.

Perhatikan contoh kalimat yang lemah dari segi logika berbahasa berikut ini:

(1) Kambing sangat senang bermain hujan. (padahal kambing tergolong binatang anti air).

(2) Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki. (tidak ada hubungan tinggal di asrama putra dengan mempunyai anak laki-laki)

(3) Kepada Bapak Direktur, waktu dan tempat kami persilakan. (waktu dan tempat tidak perlu dipersilakan.


Komentar :

ada 0 komentar ke “Kalimat Efektif”

Post a Comment

 
Speak In Bahasa is proudly powered by Blogger.com | Template by OzoneTemplate