Saturday, July 31, 2010

Jenis-jenis Paragraf [Alinea]

1. Jenis paragraf menurut posisi kalimat topiknya

Berdasarkan posisi kalimat topik, paragraf dapat dibedakan atas empat macam, yaitu paragraf deduktif, paragraf induktif, paragraf deduktif-induktif, dan paragraf penuh kalimat topik.

a. Paragraf Deduktif, bila kalimat pokok ditempatkan pada bagian awal paragraf akan terbentuk paragraf deduktif, yaitu paragraf yang menyajikan pokok-pokok permasalahan terlebih dahulu menyusul uraian terperinci mengenai permasalahan atau gagasan paragraf (urutan umum-khusus).

b. Paragraf Induktif, bila kalimat pokok ditempatkan pada akhir paragraf akan terbentuk paragraf induktif, yaitu paragraf yang menyajikan penjelasan terlebih dahulu, barulah diakhiri dengan pokok pembicaraan (urutan khusus – umum).

c. Paragraf Deduktif-Induktif, bila kalimat pokok ditempatkan pada bagian awal dan akhir paragraf, terbentuklah paragraf campuran deduktif-induktif. Kalimat pada akhir paragraf umumnya menegaskan kembali gagasan utama yang terdapat pada awal kalimat.

d. Paragraf penuh kalimat topik, yaitu seluruh kalimat yang membangun paragraf sama pentingnya sehingga tidak satupun kalimat yang khusus menjadi kalimat topik.

2. Jenis Paragraf menurut Sifat Isinya.

Berdasarkan sifat isinya, paragraf dapat digolongkan atas lima macam, yaitu paragraf:

a. Persuasif, jika isi paragraf mempromosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca.

b. Argumentatif, jika isi paragraf membahas satu masalah dengan bukti-bukti atau alasan yang mendukung.

c. Naratif, jika isi paragraf menuturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk cerita.

d. Deskriptif, jika isi paragraf melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan bahasa.

e. Ekspositoris, jika isi paragraf memaparkan sesuatu fakta atau kejadian tertentu.

3. Jenis Paragraf menurut fungsinya dalam karangan

Berdasarkan fungsinya dalam karangan paragraf dibedakan atas tiga macam, yaitu paragraf pembuka, paragraf pengembang, paragraf peralihan, dan paragraf penutup.

a. Paragraf Pembuka, isi paragraf pembuka bertujuan mengutarakan suatu aspek pokok pembicaraan dalam karangan. Fungsi paragraf pembuka adalah:

1) mengantar pokok pembicaraan;

2) menarik minat dan perhatian pembaca;

3) menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui isi seluruh karangan.

b. Paragraf pengembang, yaitu paragraf yang berfungsi menerangkan atau menguraikan gagasan pokok karangan. Fungsi paragraf pengembang adalah:

1) mengemukakan inti persoalan;

2) memberi ilustrasi atau contoh;

3) menjelaskan hal yang akan diuraikan pada

paragraf berikutnya;

4) meringkas paragraf sebelumnya;

5) mempersiapkan dasar atau landasan bagi simpulan.

c. Paragraf Peralihan, yaitu paragraf penghubung yang terletak di antara dua paragraf utama. Paragraf ini relatif pendek. Fungsinya sebagai penghubung antar paragraf utama, memudahkan pembaca beralih ke gagasan lain.

d. Paragraf Penutup, Paragraf ini berisi simpulan bagian karangan (subbab, bab) atau simpulan seluruh karangan. Alenia ini merupakan pernyataan kembali maksud penulis agar lebih jelas. Mengingat peragraf penutup dimaksudkan untuk mengakiri karangan atau bagian karangan, penyajiannya harus memperhatikan hal berikut:

1) sebagai penutup, paragraf ini tidak boleh terlalu panjang.

2) Isi paragraf harus berisi simpulan sementara atau simpulan akhir sebagai cerminan seluruh uraian.

3) Sebagai bagian yang paling akhir dibaca, hendaknya paragraf ini dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pembacanya

Komentar :

ada 0 komentar ke “Jenis-jenis Paragraf [Alinea]”

Post a Comment

 
Speak In Bahasa is proudly powered by Blogger.com | Template by OzoneTemplate